150 Petinggi Kerajaan Terinfeksi Corona, Raja Salman Mengasingkan Diri di Pulau

526

Jakarta, Muslim Obsession – Virus corona sudah lama menyebar ke Arab Saudi. Karenannya pihak Kerjaan Arab Saudi memutuskan untuk menutup diri dari negara lain sebagai upaya untuk mencegah agar virus ini tidak semakin meluas. Namun rupanya corona sudah menyebar ke semua wilayah Arab.

Bahkan, pangeran senior Saudi dilaporkan sedang dalam masa perawatan intensif virus Corona COVID-19. Beberapa anggota keluarga kerajaan lainnya juga dikabarkan terinfeksi.

Sementara itu, dokter di rumah sakit elit yang merawat anggota Al-Saud sedang menyiapkan sebanyak 500 tempat tidur, dan menekankan kondisi di sana dalam keadaan ‘siaga tinggi’.

“Arahan harus siap untuk V.I.P dari seluruh negara,” tulis pesan dari Rumah Sakit Spesialis King Faisal kepada The New York Times pada Kamis (9/4/2020).

“Kami tidak tahu berapa banyak kasus yang akan kami dapatkan tetapi waspada, semua pasien kronis harus dipindahkan secepatnya, kasus ‘darurat’ yang akan diterima lebih awal,” lanjut pesan tersebut.

Lebih dari enam minggu setelah Arab Saudi melaporkan kasus pertamanya, virus Corona COVID-19 dilaporkan turut menginfeksi keluarga kerajaan. Sebanyak 150 bangsawan di kerajaan sekarang diyakini telah tertular virus Corona COVID-19.

Agar tidak semakin luas, Raja Salman kini mengamankan diri dengan mengasingkan diri demi menjaga keselamatannya di sebuah istana pulau dekat kota Jeddah di Laut Merah.

Sementara Putra Mahkota Mohammed bin Salman, putranya dan penguasa de facto yang berusia 34 tahun dikabarkan mundur, dan banyak pula para menteri yang pergi ke tempat terpencil di pantai yang sama di mana rencananya akan membangun kota futuristik yang dikenal dengan Neom.

Sementara itu, Pangeran Faisal bin Bandar pun dilaporkan terinfeksi virus Corona COVID-19. Hal ini dikonfirmasi oleh dua dokter yang menanganinya dan memiliki ikatan dekat dengan keluarga kerajaan.

Menurut dokter dan orang-orang terdekat keluarga kerajaan ia positif usai melakukan perjalanan ke Eropa. Hal ini pun dianggap menjadi pembawa virus Corona COVID-19 ke lingkungan kerajaan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here