150.842 Guru Ngaji Jabar Dapat Perlindungan Jamsostek

78
Gubenur Jawa Barat dan Kakanwil Kemenag saat penyerahan Rekor MURI. (Foto: kemenag)

Bandung, Muslim Obsession – Sebanyak 150.842 guru ngaji mendapatkan perlindungan Jamsostek dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Program ini mendapat apresiasi penghargaan Rekor MURI Kategori Perlindungan Program Jamsostek Kepada Tenaga Kerja Bidang Keagamaan Terbanyak tahun 2021.

Anugerah MURI diserahkan Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Muhammad Zuhri di Bandung, Senin (30/8/2021).

Turut mendampingi Gubernur Jabar dalam penyerahan rekor MURI, Kakanwil Kemenag Jabar Adib dan Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Abdurahim.

BACA JUGA: MUI Lampung Distribusikan 5.000 Paket Sembako untuk Guru Ngaji

“Terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah bersedia memberikan perlindungan kepada tenaga kerja di Bidang Keagamaan yang dalam hal ini adalah guru ngaji di Jawa Barat,” ujar Adib, mengutip Kemenag, Rabu (1/9/2021).

Adib mengatakan, pihaknya bertekad terus melakukan kolaborasi dengan Pemprov Jawa Barat dengan mendorong Kankemenag Kab/kota menjalin sinergi dengan pemerintah daerah setempat agar dapat melakukan berbagai program inovasi pelayanan Kementerian Agama.

“Sesuai prinsip keadilan dan moderasi beragama yang telah dijelaskan Gubernur Jabar, Kementerian Agama Jawa Barat akan kembali mengajukan data jumlah guru agama dari semua agama agar perlindungan ini dapat dirasakan oleh seluruh guru agama di Jawa Barat,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pegadaian Syariah Beri Donasi Rp100 Juta untuk Imam, Khotib, dan Guru Ngaji Terdampak COVID-19

Program Jaminan Sosial untuk Tenaga Pendidikan Keagamaan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kanwil Kemenag Jawa Barat, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Program ini sebelumnya juga telah memberikan santunan senilai Rp42juta kepada anggota keluarga guru ngaji dari Kabupaten Tasikmalaya yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya, Wida Siti Saadah.

Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan perlindungan kepada 150.842 tenaga kerja di Bidang Keagamaan, yaitu guru ngaji di Jawa Barat.

BACA JUGA: Gandeng Kemenag, Baznas Beri Layanan Kesehatan Bagi Tokoh Agama

“Perlindungan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah di tengah-tengah masyarakat dalam memberikan kehidupan dan kesejahteraan yang layak,” ujar sosok yang biasa disapa Kang Emil ini.

Tidak hanya itu, lanjutnya,  program perlindungan ini juga merupakan bentuk komitmen atas sinergitas Pemerintah Provinsi dan Kanwil Kementerian Agama yang bersama-sama ingin mewujudkan Jawa Barat Juara lahir Batin.

“Tentunya ke depan akan kami kembangkan lagi dengan menambahkan jumlah perlindungan kepada semua guru agama dengan prinsip keadilan. Jadi ke depannya tidak hanya guru agama Islam saja yang diberikan perlindungan tetapi guru dari semua agama,” tegasnya.

BACA JUGA: Kemenag Anggarkan 479 Miliar Bantuan Paket Data Internet untuk Siswa, Mahasiswa, dan Guru

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Muhammad Zuhri mengatakan, pemberian perlindungan kepada guru ngaji di Jawa Barat merupakan yang terbanyak se-Indonesia.

“Jawa Barat berhasil mengalahkan Rekor MURI Sulawei Utara dengan jumlah 5 kali lipat lebih banyak. Apresiasi inilah yang kami berikan atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kanwil Kemenag Jawa Barat yang ingin memberikan kesejahteraan terbaik bagi guru ngaji,” terangnya.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan BPJS Ketenagakerjaan, maka manfaatnya pun akan dirasakan kembali oleh seluruh lapisan masyarakat. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here