Wujudkan Impiannya, Pria Ini Bersepeda dari Maroko ke Makkah

63
Mohameed Rbouhate (Foto: Morocco World News)

Rabat, Muslim Obsession – Seorang muslim asal Maroko berusia 58 tahun, Mohammed Rbouhate menantang dirinya dengan melakukan perjalanan ke Makkah menggunakan sepeda untuk melakukan ibadah haji. Mohammed Rbouhate melakukan itu karena dia sudah memiliki pengalaman panjang dalam bersepeda.

“Saya pikir mengapa tidak mengalami perjalanan baru di luar Maroko? Hal pertama yang saya pikirkan adalah bepergian untuk Haji, mengingat bahwa saya sebelumnya telah melakukan perjalanan haji dengan mobil pada tahun 1988,” ujar pengendara sepeda profesional, Mohammed Rbouhate, seperti dilansir aboutislam, Senin (16/7/2018)

Untuk menuju Mekkah, Mohammed Rbouhate akan melewati delapan negara Muslim yaitu Maroko, Mauritania, Mali, Burkina Faso, Niger, Chad, Sudan, dan Kingdom of Saudi Arabia (KSA), serta menyeberangi Laut Merah. Rbouhate memulai karir bersepedanya pada usia 16 tahun. Sepanjang tahun dia bersepeda selama ribuan kilometer di kota-kota Maroko yang tak terhitung jumlahnya. Meski keluarga tidak mengijinkan Rbouhate tetap melakukan perjalanan, hal itu karena Rbouhate percaya dengan Allah.

“Keluarga saya tidak menerima gagasan bahwa saya akan pergi selama berbulan-bulan. Mereka khawatir tentang masalah yang mungkin saya hadapi selama perjalanan saya, serta bahaya di jalan, tapi sebaliknya saya tidak khawatir sama sekali, karena saya sangat percaya bahwa Allah akan melindungi saya karena saya melakukan semua ini demi pengampunannya,” katanya

Rbouhate memulai perjalanannya pada 1 April 2018. Setelah perjalanan panjang melintasi Afrika, hingga akhirnya sampai ke Sudan, dia mengaku butuh waktu satu bulan untuk mempelajari dan menjelajahi infrastruktur jalan, topografi, dan cuaca dari negara-negara yang telah dilewatinya.

Sepanjang perjalanannya, Rbouhate menghadapi berbagai rintangan, dari hujan deras hingga panas gurun kering. Dia masih bersepeda melalui daerah pedesaan, bertahan di padang pasir dan suhu yang melebihi 50 derajat Celsius, dan terkadang membuatnya menunda perjalanannya. Jarak total yang dia kayuh dari Maroko menuju KSA melebihi 30.000 km.

“Perjalanan ini adalah pengalaman saya yang mengubah hidup yang akan menguji tekad dan semangat saya. Itu tidak mudah. Saya selalu berpikir tentang ayat Al-Qur’an, ini sebagai prinsip saya sepanjang perjalanan: “Dan siapa pun yang bergantung pada Allah, maka dia cukup baginya. Sungguh, Allah akan mencapai tujuannya ”(QS At-Talaq 65: 3),” tukasnya.

“A Journey for Peace” adalah slogan Rbouhate. Slogan ini mencerminkan keinginannya untuk menyebarkan perdamaian dan toleransi di setiap negara yang dilewatinya, “saya menyebutnya sebuah perjalanan untuk perdamaian karena semua orang bercita-cita untuk hidup dalam damai, dan saya selalu ingin menyebarkannya di semua negara Muslim,”katanya.

“Selain itu, kedamaian adalah pendekatan dari nabi kita, oleh karena itu, kita semua harus mengikuti pendekatan ini, “tambahnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here