Waspada Penyakit ‘Ain, Tak Terasa Tapi Berbahaya

67
Ilustrasi penyakit Ain (Foto: Istimewa)

Muslim Obsession – Eksistensi manusia saat ini sangat aktif di media sosial. Hampir setiap hari, bahkan hampir setiap waktu manusia membuat status atau meng-upload gambar-gambar berupa foto diri, keluarga atau aktivitas hariannya di media sosial.

Hal ini dimaksudkan untuk berbagai motif, dari yang motifnya hanya untuk berbagi dan informasi, sampai dengan tujuan-tujuan berbau bisnis dan politik.

Namun, dengan banyaknya foto-foto yang dibagikan di media sosial tentu memberikan kesan yang berbeda-beda pada setiap orang yang melihatnya. Mulai dari yang positif sampai yang negatif.

Rasa kagum yang dibarengi dengan rasa benci atau iri saat seseorang melihat foto-foto yang dibagikan di media social, bisa memberikan dampak negatif pada orang yang ada di dalam foto tersebut, atau yang biasa dikenal dengan penyakit ‘ain.

Secara sederhana, penyakit ‘ain adalah penyakit yang disebabkan oleh rasa dengki ataupun kagum pada seseorang. Inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh setan untuk mengirimkan panah hasad pada orang yang di benci atau dikagumi tersebut. Sehingga menimbulkan penyakit bagi orang tersebut. Baik penyakit fisik maupun penyakit psikis.

Penyakit ain tidak dapat ditangani dengan menggunakan obat-obatan karena bukan merupakan penyakit medis. Namun, penyakit ini dapat mengganggu kesehatan secara mental.

Penyakit ini paling sering diderita oleh anak–anak dan balita. Karena mereka masih lemah dan belum bisa membentengi dirinya sendiri dari pengaruh jahat di sekitarnya. Orang dewasa juga bisa terkena penyakit ain ini bahkan hewan dan harta benda.

Penyakit ‘ain sangat berbahaya karena munculnya sering tidak disadari. Namun akibatnya bisa berlangsung terus-menerus, hingga bisa sampai menyebabkan kematian pada orang yang terkena kemalangan penyakit ‘ain ini.

Contoh sederhana dari penyakit ain ini adalah ketika dua orang ibu-ibu yang tengah mengobrol dan ibu pertama terlalu memuji kelebihan anaknya yang tidak dimiliki oleh anaknya ibu kedua.

Kemudian setan berperan dan meniupkan rasa iri dan dengki pada ibu kedua terhadap kelebihan anak ibu pertama. Sehingga terlepaslah panah hasad tersebut yang mengenai anak dari ibu pertama dan menyebabkan anak tersebut menjadi sakit atau mengalami perubahan perilaku yang meresahkan hati orangtuanya. Seperti membangkang ataupun tiba-tiba menjauh.

Hal inilah yang dinamakan penyakit ain, yakni penyakit pada seseorang yang timbul akibat sebuah kata-kata pujian yang disertai dengan rasa dengki, yang kemudian direspon oleh setan untuk panah ‘Ain dan mengenai sasarannya. Sehingga menimbulkan reaksi-reaksi negatif seperti sakit secara fisik maupun mental.

Penyakit ain ini bukanlah penyakit modern, penyakit ini sudah ada sejak jaman Rasulullah Saw. dulu. Bahkan banyak hadis-hadis yang membahas tentang bahaya dari penyakit ‘ain ini.

Bahkan Rasulullah Saw. pun menjelaskan mengenai betapa bahayanya kemalangan yang disebabkan oleh penyakit ‘Ain ini.

Sabda Rasul:

“Kebanyakan yang mati pada ummatku setelah qadha dan qadarnya Allah adalah karena pengaruh pandangan mata jahat” (HR.Bukhari).

Pernah diceritakan oleh Ibnul Atsir rahimahullah, bahwa:

“Dikatakan bahwa Fulan terkena ‘Ain, yaitu apa bila musuh atau orang-orang dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga menyebabkannya jatuh sakit.”  (An-Nihayah)

Seseorang bisa terkena penyakit ‘ain hanya dengan tatapan mata dari orang lain saja yang dibarengi dengan perasaan kagum sekaligus benci dan iri. Sehingga setan memanfaatkan keadaan ini untuk mengirimkan panah hasad kepada orang yang dikagumi atau dibenci tersebut, dan menimbulkan penyakit pada orang tersebut.

Ada beberapa ciri yang mengindikasikan seseorang terkena kemalangan akibat penyakit ‘ain. Seperti merasa pusing di kepala, rasa sakit yang berpindah-pindah, warna wajah kekuning-kuningan, kadang kemerah-merahan bercampur hitam, mengeluarkan banyak keringat dari seluruh tubuh, sering buang air kecil, sering merasa mual ingin muntah, atau kehilangan nafsu makan.

Namun, setiap masalah pasti ada solusinya. Begitupun dengan penyakit ‘ain yang pasti ada cara yang bisa kita ambil untuk mengatasi kemalangannya. Ada banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ‘ain. Di antaranya yaitu mendekatkan diri kepada Allah, Tidak berlebihan dalam membagikan dan membanggakan kehidupan pribadi, memandikan orang yang menyebabkan ‘ain, dan berwudhu.

Dengan mendekatkan diri kepada Allah, maka kita akan merasa lebih tenang dan terhindar dari rasa iri dengki yang berlebihan. Tidak hanya itu, ketika kita mendekatkan diri kepada Allah, maka tidak hanya terhindar dari penyakit ‘Ain saja, tetapi segala penyakit baik penyakit fisik maupun penyakit mental.

Wallahu ‘Alam bish Shawab

(ImasBerbagai Sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here