Tips Tetap Sehat Selama Ramadhan

191

Muslim Obsession – Dr Hani Jaber, konsultan kedokteran keluarga di Healthpoint di Abu Dhabi, melihat dua hingga tiga pasien per hari pada Ramadhan tahun lalu, mengeluh sakit perut setelah berbuka puasa.

“Salah satu penyebabnya itu karena mereka makan berlebihan saat berbuka puasa,” kata Dr. Hani, sebagaimana dilansir The National, Selasa (1/5/2018).

Setiap tahun, para dokter mengulangi nasihat yang sama terkait cara berpuasa umat Muslim yang baik. Yakni, berbukalah segera dengan makanan secukupnya dan secara bertahap.

“Ibaratkan perut kita seperti mesin mobil yang telah dimatikan untuk waktu yang lama. Saat kita akan menyalakannya kembali, kita perlu memberinya waktu untuk pemanasan sebelum melaju. Hal yang sama berlaku untuk sistem pencernaan kita. Perut kita kosong dalam belasan jam dan kita tidak bisa tiba-tiba membebaninya dengan banyak makanan sekaligus,” terangnya.

Kebanyakan nasihat medis adalah memulai berbuka puasa dengan beberapa kurma dan sup. Lalu diikuti dengan istirahat sejenak, seperti mengambil jeda untuk shalat maghrib. Sebelum kembali untuk makan makanan berat.

“Hindari makanan berlemak, minuman berkarbonasi, jus dan sirup dengan kadar gula tinggi yang selalu disajikan selama Ramadhan,” kata Dr. Hani.

Di samping itu, ahli diet Ms Ed-Derbi merekomendasikan makanan seimbang yang terdiri dari semua karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Serta mengonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan yang tinggi kandungan airnya. Karena kita kehilangan cairan selama berpuasa.

Selanjutnya, untuk menghindari rasa mual dan sakit kepala selama berpuasa, sahur perlu diutamakan.

Ms Ed-Derbi menyarankan untuk mengonsumsi oatmeal dengan susu rendah lemak, kacang dan pisang atau sandwich keju dengan roti utuh dan beberapa buah saat sahur.

“Yang terpenting adalah sebisa mungkin menghindari makanan asin, makanan cepat saji atau makanan kaleng,” kata Ed-Derbi.

Menurutnya, bagi mereka yang menderita penarikan kafein, harus mengurangi jumlah asupan kafein dalam satu atau dua minggu sebelum Ramadhan tiba.

Para dokter juga menganjurkan untuk beristirahat sejenak dari gym atau olahraga berat selama berpuasa.

“Kami juga menyarankan umat muslim untuk tidak menjadikan puasa ramadhan sebagai ajang diet. Apalagi mengurangi berat badan mereka dengan latihan tambahan. Karena tubuh sudah lelah dan ini bukan tujuan puasa,” katanya.

Selain itu, tidur juga sangat penting jika seseorang ingin menjaga tingkat energi mereka saat berpuasa.

“Mengelola jam tidur kita adalah hal tersulit tetapi juga sangat penting. Jika kita tidak cukup tidur. Maka kita tidak akan bisa fokus di tempat kerja,” tandasnya. (Vina)

 

Baca Juga: 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here