Tabungan Hari Esok

394
Kisah Rasulullah dan Wanita Pemilik Kebun Kurma

Muslim Obsession – Walaupun tanah Arab adalah tanah yang sering kali kering, tetapi para penduduknya banyak juga yang berkebun. Salah satunya adalah Ummu Fasyar Al-Anshariah, ia menanam pohon kurma di kebunnya.

Tanah yang dimilikinya tidak begitu luas. Tapi, jika sedang panen kurma, ia biasanya akan mendapatkan hasil panen yang tidak sedikit. Setiap hari, Ummu Fasyar menyiram kebun kurmanya. Itu memang karena ia tinggal sendiri. Umurnya pun sudah berangkat senja. Tetapi wanita itu tetap semangat mengerjakan pekerjaannya.

Suatu hari, Rasulullah Saw. mengunjungi kebunnya. Alangkah takjubnya ketika beliau melihat hasil kebunnya, begitu bagus dan indah. Ummu Fasyar luar biasa bahagia melihat kedatangan Nabi.

“Ya Ummu Fasyar, bagaimana kebunmu sekarang ini?” tanya Rasulullah.

“Alhamdulillah semuanya terurus dengan baik ya Rasulullah,” jawab Ummu.

“Engkau mengurusnya sendiri?” Rasulullah kembali bertanya.

“Benar ya Rasulullah, aku senang mengerjakan semua ini,” jawab Ummu.

Kemudian Rasulullah berdecak kagum. Kebun itu memang tidak terlalu luas.

Tapi untuk seorang perempuan, tentunya memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

“Jika sudah berbuah, biasanya apa yang kau lakukan pada hasil panenmu?” tanya Rasulullah.

Ummu Fasyar tersenyum dan menjawab, “Ya Rasulullah, aku mempersilakan bagi mereka yang ingin mengambilnya.”

“Maksudmu?” tanya Rasulullah keheranan.

“Jika mereka menginginkannya dan membutuhkannya, mereka bisa mengambilnya dari sini kapanpun mereka mau. Berapa banyak pun mereka butukan tanpa harus membayar dengan apapun,” jelas Ummu.

Rasulullah semakin kagum. Beliau kemudian berkata, “Seorang muslim yang menanam tanaman, muda atau tua umurnya, lalu buahnya atau daunnya dimakan oleh manusia, hewan, burung atau binatang buas, semuanya adalah sedekah darinya.”

Rasulullah melanjutkan, “Meskipun kiamat sudah mulai terjadi, sedang di tanganmu ada sebatang bibit kurma yang masih sempat kau tanam, maka tanamlah terus. Pastilah kau akan mendapatkan pahalanya.”

Ummu Fasyar semakin gembira mendengarnya. Ia menanam kurma, Rasulullah mengunjunginya dan memberitahukannya sesuatu yang membahagiakan. Semuanya, bagi Ummu Fasyar adalah tabungan untuk hari esok yaitu akhirat.

(Vina – Dikutip dari buku “Peri Hidup Nabi dan Para Sahabat” karya Saad Saefullah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here