Para Penghafal Al-Quran (4): Kerennya Hufadz Zaman Now

592
hafidz-0
Muzammil Hasballah, Taqiyyudin Malik, dan Ibrohim Fadlannul Haq. (foto: Ammar TV)

Muslim Obsession – Memiliki kemampuan untuk menghafal Al-Quran adalah anugerah yang Allah Subhânahu wa Ta’âla berikan kepada hamba-Nya. Ia menjadi manusia terpilih yang dapat memberikan keberkahan kepada dirinya sendiri, dan juga hadiah mahkota terindah untuk orangtuanya kelak di akhirat.

Namun, tentu tak mudah menjadi seorang penghafal Al-Quran (hafidz). Terlebih saat ia masih berusia muda. Meskipun berada di tengah kondisi umat “zaman now” yang sulit terbendung segala jenis kenakalannya, mereka seakan mampu membentengi diri dengan terus menjaga hafalan.

Namun, menjadi seorang hafidz bukan berarti harus meninggalkan dunia anak muda. Mereka tetap sama seperti pemuda lainnya yang butuh mengeksplorasi diri.

Nah, berikut ini beberapa hafidz muda di Indonesia yang menjadi populer karena hafalan serta suaranya yang merdu saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran.

Muzammil Hasballah. Videonya yang viral ketika menjadi imam shalat subuh di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) membuatnya dikenal banyak orang, khususnya di kalangan remaja. Penghayatan dari setiap lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakannya mampu menggetarkan hati siapapun yang mendengar.

Bahkan, pria lulusan ITB ini mendapat pujian dari imam Masjidil Haram karena suranya yang merdu. Kini, Muzammil telah menikah dengan muslimah bercadar bernama Sonia. Kabar pernikahannya ini sempat viral dengan hastag #HariPatahHati yang dibuat oleh para penggemarnya yang rata-rata seorang muslimah.

Selain itu ada juga hafidz yang terkenal di kalangan remaja bernama Taqiyyudin Malik. Pria kelahiran Banjarmasin ini tertarik dengan seni membaca Al-Quran sejak duduk di bangku kelas 4 SD. Menurutnya, saat itu ia sangat suka lagu-lagu band Indonesia dan kerap meminta dibelikan kaset band papan atas kepada orang tuanya.

“Kata orangtua saya, dengarkan murotal dulu baru dibelikan kaset band. Begitu terus setiap saya minta dibelikan kaset band dan sampai lulus SD,” ujar Taqiyuddin.

Setelah lulus SD, ia melanjutkan pendidikan di pesantren. Dari situlah ia ditemukan oleh seorang ustadz yang melihat bakat Taqy dalam menggeluti seni membaca Al-Quran. Ustadz itu pun langsung membimbing serta mengarahkan Taqy.

Sosok hafidz lainnya adalah Ibrohim Fadlannul Haq. Akrab disapa Boim, lelaki kelahiran 1997 ini juga menjadi hafidz yang diidolakan para remaja era kini. Selain suara merdu saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, parasnya yang rupawan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemarnya.

Penampilan Boim yang super kekininan, serta hobinya yang unik, yaitu skateboard dan parkour membuatnya menjadi role mode anak-anak ‘zaman now’ yang ingin shalih namun juga tetap gaul. Kini, Boim bersama Taqy dan Muzammil tergabung dalam The Bros Team.

Bagi para penggemar film yang diadaptasi dari novel ‘Ketika Mas Gagah Pergi’ karya Helvy Tiana Rosa, pasti sudah tak asing mendengar nama Hamas Syahid. Perannya sebagai Mas Gagah membuatnya dikenal banyak orang. Namun siapa sangka, di balik kepiawaiannya dalam berakting, ternyata Hamas Syahid adalah seorang hafidz.

Tak hanya hafalan yang dimiliki, suara merdu yang didengar dari beberapa video saat ia melantunkan ayat suci Al-Quran juga menjadi daya tarik tersendiri darinya.

Satu lagi hafidz cowok yang tengah jadi sorotan anak-anak ‘zaman now’ adalah Syakir Daulay. Putra bungsu dari M Hasan Daulay ini, selain memiliki paras tampan, juga memiliki suara yang merdu. Ia juga pernah berlaga dalam film Surga Menanti. Pria kelahiran 2002 ini beberapa waktu lalu sempat mengisi soundtrack film 5 Penjuru Masjid.

Di belantara para hufadz, masyarakat juga mengenal sosok Wirda Salamah atau yang akrab dikenal dengan Wirda Mansur. Gadis cantik yang lahir pada 19 November 2001 di Jakarta ini merupakan seorang hafidzah yang rajin berbagi tips di media sosial.  Pada akhir tahun 2015, Wirda resmi terpilih menjadi Duta Quran. Dengan predikat tersebut ia berkesempatan mempelajari dan menyiarkan Quran di Amerika Serikat.

Sontak, aktivitas kekiniannya itu menjadikan remaja yang gemar membuat vlog di Youtube ini sebagai role model bagi para remaja muslimah untuk terus mempelajari Islam. Bahkan ia juga menerbitkan beberapa buku yang berisi pengetahuan Islam dengan gaya yang mudah dicerna oleh remaja ‘zaman now’.

Dan, satu lagi hafidzah tanah air yang sarat prestasi adalah Nabilah Abdul Rahim Bayan. Namanya melejit saat tampil sebagai salah seorang juri di kompetisi Hafidz yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta.

Nabilah, seorang muslimah penghafal Quran yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz pada usia 17 tahun. Sejak kecil muslimah yang fasih berbahasa Arab ini dididik oleh orang tuanya untuk menjadi seorang hafidzah.

Diketahui jika saat ini ia juga menjadi pembimbing program intensif menghafal Al-Quran di Arab Saudi. Di lembaga tersebut, Ia menjadi satu-satunya pengajar dari Indonesia. Namun yang mengejutkan seklaigus membagakan, Nabilah menjadi pengajar putri seorang imam Masjidil Haram Syekh Mahir al-Muaqly. Subhanallah!

Nah, keren bukan? Seorang penghafal Al-Quran tak perlu lepas dari kreativitas sehari-hari. Bahkan lebih dari itu, para penghafal Al-Quran memiliki keistimewaan khusus yang bisa membawanya meraih kesuksesan di dunia, juga tentunya di akhirat. (Meutia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here