Para Penghafal Al-Quran (2): Janji Allah Memudahkan Para Penghafal Al-Quran

299
KH Didin
Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MSc

Muslim Obsession – Sesungguhnya Allah Swt. telah memberikan jaminan mudahnya menghafal Al-Quran. Sebagaimana firman-Nya, “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” QS. Al-Qamar [54]: 17. Ayat ini disebutkan 4 kali dengan redaksi yang sama pada satu surat yang sama, yaitu surat Al-Qamar ayat 17, 22, 32 dan 40.

Satu fenomena menarik di Indonesia saat ini adalah mulai banyaknya anak-anak para penghafal Al-Quran. Tidak sedikit orangtua yang menyekolahkan anaknya di sekolah Tahfidz Al-Quran. Atau bahkan, beberapa orangtua menciptakan suasana hafalan di rumah bersama anak-anak.

Salah satunya, ialah Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MSc. Dulu, ketika anak-anaknya masih kecil, mereka dibangunkan sebelum subuh untuk membaca Al-Quran dan menghafal surat-surat pendek. Tidak hanya itu, mereka dirutinkan shalat berjamaah di masjid. Bahkan tak jarang, KH. Didin mengajak mereka saat ada ceramah atau seminar.

Sebelum mengajar santri-santrinya di Ulil Albab, KH. Didin selalu menyempatkan mengajar anak-anaknya terlebih dahulu. Ia akan mengenalkan mereka dengan Al-Quran dan terjemahannya, membaca, dan menghafal.

“Tapi, lebih dari itu saya juga selalu menyampaikan ruhnya, isi dan kandungan Al-Quran. Supaya anak-anak punya semangat untuk berjuang, berbuat maksimal dan terbaik. Jangan malas dan berhenti belajar. Jangan berlaku sombong dan takabur. Sayang dengan sesama dan kaum Dhuafa. Ruh-ruh semacam itu saya ajarkan,” tutur Direktur Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun Bogor ini.

Menurut KH. Didin, hidup itu bukan semata-mata ditentukan oleh ilmu, tapi juga oleh perilaku. Walaupun ilmu banyak tapi perilaku buruk, tidak akan ada manfaatnya.

“Sampai sekarang juga mereka terus menghafal Al-Quran. Semangat tetap harus dijaga, tidak boleh berhenti. Wajar kalau masih anak-anak malas dan tidak mau, nah kita saja menghafal di depan mereka. Saya berusaha memberi contoh, bukan hanya untuk mereka. Kita pun walau sudah tua tetap menghafal Al-Quran, membaca, dan memahami,” ujar Wakil Ketua Dewan pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Untuk membangun suasana kekeluargaan dan keakraban, KH. Didin juga sering mengajak anak-anak diskusi tentang agama.

“Misalnya, anak saya mau khutbah, seperti kemarin saya khutbah di Masjid Istiqlal, dia di Masjid Sunda Kelapa. Kita tetap diskusi walaupun berbeda kendaraan tentang materi yang akan disampaikan. Saat disertasi Doktor tahun 2001, yang membuat power point, menyiapkan literatur itu mereka. Kelima anak saya saling bantu membantu,” kenangnya sambil tertawa renyah.

Anak pertama KH. Didin sekarang menjadi ahli ekonomi syariah. Anak kedua, Wakil Dekan di Universitas Ibnu Khaldun Bogor. Anak ketiga menjadi bankir di Jeddah. Sementara anak keempat menjadi dosen di IPB, dan anak terakhir masih kuliah S3 di Kuala Lumpur.

Menanggapi semakin maraknya hafidz cilik khususnya di Indonesia, KH. Didin mengaku sangat senang dan bersemangat. “Semakin banyak anak-anak Indonesia menghafal Al-Quran, saya yakin masa depan nanti akan menjadi masa kebangkitan bagi umat Islam,” ujarnya.

Menurut KH. Didin, tidak akan pernah ada kebangkitan peradaban, kalau tanpa kembali pada Al-Quran.

“Jadi sebenarnya, ada agenda besar kita membangun peradaban Islam. Umat Islam itu tidak bisa hidup tanpa Al-Quran. Ada tulisan Sayyid Quthb dalam buku Ma’alim Fi Ath-Thariq dikatakan, generasi peradaban Islam adalah generasi Al-Quran. Jadi, kalau anak-anak sekarang banyak menghafal Al-Quran, saya yakin mereka akan menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik,” jelas KH. Didin.

Menurut beliau, tidak heran kalau ulama terdahulu yang hafal Al-Quran menjadi ahli dan ilmuwan. Di antaranya Ibn Khaldun yang hafal Al-Quran, menjadi ahli sosiologi dan sejarah. Ibn Rusyd dan Ibn Sina hafal Al-Quran, menjadi ahli kedokteran, Imam Syafi’i menjadi ahli Ushul Fiqh.

“Karena Al-Quran itu kalau sudah masuk ke dalam pemikiran anak-anak itu, mudah diberi ilmu apa saja. Jadi memang hafalan Al-Quran itu memudahkan,” pungkasnya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here