Melaju ke Final Piala Dunia, Begini Rekam Jejak Islam di Kroasia

800
Timnas Kroasia menang 2-1 atas timnas Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2018 (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Kroasia berhasil melaju ke final Piala Dunia 2018, setelah menang tipis 2-1 dari Inggris, Kamis (12/7/2018) dini hari. Dengan kemenangan ini, Kroasia akan melawan Perancis pada babak final yang digelar 15 Juli 2018. Selain itu, juga menjadi final pertama Kroasia dalam Piala Dunia sepanjang sejarah mereka.

Tapi tahukah Anda, bahwa Islam sudah mengakar di Kroasia sejak hampir 600 tahun lalu. Islam di Kroasia diperkenalkan oleh Kekaisaran Ottoman Muslim. Populasi Muslim kala itu berjumlah sekitar 1,3% dari populasi Kroasia.

Peradaban Muslim Utsmani, ternyata sudah menaklukkan sebagian Kroasia dari abad ke-15 hingga ke-19 dan meninggalkan jejak yang dalam. Beberapa orang Kroasia kemudian mulai memeluk Islam.

Sehingga, kemajuan Kekaisaran Ottoman di Eropa dihentikan di tanah Kroasia, yang bisa dalam arti ini, Kroasia dianggap sebagai gerbang sejarah peradaban Eropa.

Peta Kroasia (Foto: Istimewa)

Sejak 1519 Kroasia telah dikenal sebagai Antemurale Christianitatis di Eropa Barat. Nama itu diberikan oleh Paus Leo X. Antemurale Christianitatis (Inggris: Bulwark of Christendom) adalah label yang digunakan untuk sebuah negara yang membela perbatasan Eropa Kristen dari Kekaisaran Ottoman.

Bahkan, nama-nama sejarah dari banyak pejabat di Kekaisaran Ottoman mengungkapkan asal mereka (Hirwat = Hrvat atau Horvat, yang merupakan nama Kroasia untuk Kroasia): Mahmut Pasha Hirwat (= Hrvat), Rustem Pasha Hrvat, Pijali Pasha Hrvat, Sijavus Pasha Hrvat dan lain-lain.

Pada abad ke-16, seorang musafir dan penulis Marco A. Pigaffetta menulis bahwa hampir semua orang di pengadilan Turki di Konstantinopel tahu bahasa Kroasia, terutama tentara. Marco Pigafetta dalam bukunya Itinerario yang diterbitkan di London pada 1585, menyatakan bahwa di Istanbul itu lazim untuk berbicara bahasa Kroasia. Yaitu, bahasa yang dipahami oleh hampir semua pejabat Turki, khususnya militer.

Kebenaran ini juga dapat dikonfirmasi dari kunjungan Antun Vrančić, kardinal Romawi, dan Franjo Zay, pada 1553. Mereka adalah diplomat yang pergi ke Istanbul sebagai utusan raja Kroasia-Hongaria. Untuk mendiskusikan perjanjian damai dengan Kekaisaran Ottoman.

Bendera Kroasia (Foto: Istimewa)

Selama salam seremonial awal yang mereka lakukan dengan Rustem Pasha Hrvat (seorang Kroat) percakapan yang dipimpin di Turki dengan penerjemah resmi tiba-tiba terganggu. Rustem Pasha Hrvat hanya akan bertanya dalam bahasa Kroasia, jika Zay dan Vrančić berbicara dalam bahasa Kroasia.

Penerjemah kemudian diberhentikan dan mereka melanjutkan dalam bahasa Kroasia selama seluruh proses negosiasi. Saat itu, Mufti Zagreb selama Perang Dunia Kedua adalah Ismet Muftić. Dia dieksekusi oleh Partisan pada tahun 1945.

Statistik menurut sensus 2001, populasi Kroasia adalah 4.437.460. Dari jumlah Muslim ini tercatat 1.3% (57.687) Komunitas Muslim Kroasia Selatan Slavia, per sensus 2001, dibagi antara sekitar 20.000 orang yang masih mendeklarasikan diri mereka sebagai Muslim berdasarkan kewarganegaraan.

Sedangkan, sekitar 20.000 yang menyatakan diri mereka sebagai orang Bosnia, dan sekitar 10.000 orang yang menyatakan diri mereka orang Kroasia yang beragama Islam. Populasi minoritas Muslim lainnya di Kroasia (dari sensus 2001) adalah sebagai berikut: Turki: 300 (0,01%), Roma: 9,463 (0,21%), Albania: 15.082 (0,34%).

Masjid Kroasia (Foto: Istimewa)

Di wilayah Republik Kroasia, umat Muslim mendaftar untuk pertama kalinya selama sensus 1931 ialah sebanyak 1.239, yang di antaranya berada di Zagreb dan jumlah keseluruhan mereka di Kroasia hanya sekitar 4.000.

Setelah tahun 1971, ketika SFRY (dahulu Yugoslavia) mengakui kewarganegaraan Muslim, sensus populasi Muslim terus melonjak. Pada pangkalan-pangkalan sensus dari tahun 1931 hingga 1961, jelas bahwa sejumlah Muslim menyatakan diri sebagai orang Kroasia atau Yugoslavia.

Jumlah mereka terus bertambah selama imigrasi dari Bosnia dan Herzegovina. Kroasia juga memiliki salah satu masjid terbesar dan terindah di Eropa.

(Vina –  Sumber: Muslim Population)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here