Kisah Pilu Petugas Haji Saat Istrinya Jadi Korban Gempa

45
Suparlan, petugas haji (Foto: PHU)

Makkah, Muslim Obsession — Suparlan (46) beserta istri Rohaniyati (40) dan kedua anaknya Muhammad Zakir Husnayayn (10) dan Khaylani Khalika Zahin (5) tak kuasa menahan dua kesedihan sekaligus.

Kesedihan pertama adalah guncangan gempa dengan kekuatan mencapai 6,4 Skala Richter, Ahad (29/7/2018). Kesedihan kedua adalah Suparlan harus meninggalkan istri serta kedua anaknya karena hari itu juga dia harus mengemban tugas Negara menjadi petugas haji yang menyertai jamaah haji asal Nusa Tenggara Barat (LOP-9).

“Kami berangkat menuju Embarkasi tanggal 29 Juli dan sudah gempa, kami keluar dari rumah penuh dengan tangisan, di satu sisi kita harus berangkat di sisi lain kita harus meninggalkan keluarga,” kata Suparlan saat ditemui di Hotel Sarh El Manamah, kawasan Mifalah, Makkah. Senin (6/8/2018).

Saat gempa pertama terjadi, beberapa jamaah menunda keberangkatannya ke Embarkasi karena menangani keluarga di rumah yang ketakutan dan kondisi rumahnya yang sudah rusak.

Ahad (5/8/2018) Pukul 18.46 Wita, merupakan komunikasi terakhir Suparlan dengan sang istri. Saat dirinya sedang menghubungi istri dan anak-anaknya melalui video call, gempa berkekuatan lebih besar 7 SK kembali mengguncang Kota Lombok termasuk Kabupaten Lombok Utara tempat kediaman Suparlan.

“Saat sedang video call dengan istri gempa kedua terjadi, istri saya teriak sambil merangkul kedua anak saya,” ujarnya, seperti dirilis PHU, Selasa (7/8/2018).

Sang istri pun sempat berujar kepadanya agar minta di ikhlaskan jika terjadi sesuatu pada dirinya dan anak-anaknya.

“Ikhlaskan saya. Kalau ada kesalahan saya mohon maaf,” pinta Rohaniyati seperti yang ditirukan Suparlan.

Kabar terakhir yang ia terima, kondisi keluarganya masih katakutan dan kondisi rumahnya yang sudah rata dengan tanah membuat Rohaniyati beserta warga lainnya berada di pengungsian.

“Di kampung saya 90 persen rumah rata dengan tanah, tepatnya di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, jadi info yang kami terima dari Lombok utara sampai Lombok mataram itu sudah luluh lantah,” tuturnya.

Dirinya pun meminta kepada seluruh jamaah haji yang menunaikan ibadah haji khsusunya jamaah haji dari NTB untuk memanjatkan doa menuaikan shalat ghaib. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here