Kekuatan di Pagi Hari

64

Muslim Obsession – Kisah ini datang dari Syaikhul Islam, Taqiyyudin Ibn Taimiyah.

Tapi, entah karena tajamnya lisan-lisannya, membuat mahaguru ini berulang kali dipenjara dan menjalani hukuman para Sultan.

Menakjubkannya, tiga kali pula, di sela penjerujian itu, dia berangkat berjihad dengan gagah dan gigih di bawah panji penguasa yang menghukumnya.

Pada suatu hari, wafatlah salah seorang alim yang dengan fatwa dan aduannya beberapa kali membuat Ibn Taimiyah dipenjara. Maka, Ibn Qayyim dengan lugunya berkata, “Berbahagialah wahai guru, telah binasa musuhmu itu.”

Sontak sang guru bangkit dan berkata, “Ayo ikut aku!”

“Ke mana?,” tanya Ibn Qayyim.

“Ke mana lagi? Tentu saja mengurus jenazahnya.”

Maka dengan penuh kesungguhan Ibn Taimiyah memandikan, mengafani, menshalati dan turut menguburkan orang yang pernah membuatnya sengsara itu.

“Kita pulang Syaikh?,” ujar Ibn Qayyim di kala semua usai.

“Belum. Ada satu urusan lagi.”

Ternyata sang guru mengajaknya kembali ke rumah duka, lalu berbicara dan menghibur keluarganya.

Kepada mereka, beliau sampaikan santunan nafkah sembari berkata, “Mulai sekarang, jika kalian memiliki hajat dan keperluan, sampaikanlah kepadaku. Aku akan berusaha sebaik-sebaiknya memenuhi semua.”

Ternyata, di balik perseteruan dengan nyaris semua pemuka madzhab pada zamannya, dia punya kemampuan membalas hal buruk dengan kebajikan.

Maka, pantaslah kalau dia pernah berkata, “Apa yang dilakukan musuh padaku? Jiwaku bebas merdeka. Dipenjara adalah rehatnya. Dibuang ke negeri jauh adalah tamasya, dan dibunuh adalah bertemu Kekasih Tercinta.”

Duhai, perilaku dan kata-kata itu pasti bersandar sebuah jiwa yang kukuh. Lalu dari mana kekuatannya?

Ternyata,  lelaki alim dari Harran yang tak sempat berumahtangga ini selalu duduk di Masjid seusai subuh untuk berdzikir, hingga mentari muncul dan waktu dhuha bermula. Itulah yang dikatakan Nabi duduk senilai ziarah suci, dan itulah yang lebih baik dari dunia beserta isi.

Allahumma barik li ummati fii bukuriha,” pinta Rasulullah Saw.

“Ya Allah, limpahkanlah berkah bagi umatku pada pagi-pagi mereka.”

 

Wallahu ‘Alam bish Shawab..

(Vina – Disadur dari buku Sunnah Sedirham Surga Karya Salim A Fillah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here