Gendong Jamaah Sakit, Petugas Haji Diacungi Jempol Negara lain

54
Petugas Haji Gendong Jamaah Sakit (Foto: PHU)

Makkah, Muslim Obsession — Menjadi petugas Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH) memang harus multi tasking (serba bisa), dari melayani kesehatan sampai mengantarkan jamaah tersesat di seputaran Masjidil Haram.

Kejadian ini dialami Petugas P3JH Agus Pribowo, saat berpatroli di Masjidil Haram dirinya menemukan jamaah kloter 17 asal Jayapura Papua (UPG-17), jamaah tersebut adalah Syamsiah (76). Syamsiyah ditemukan Agus setelah kelelahan usai melaksanakan tawaf.

Pemilik Paspor B8512560 itu diakuinya terpisah dari rombongannya. Setelah melalui pemeriksaan medis diketahui Syamsiyah mengalami Osteoatritis (Suatu kondisi yang menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak) sehingga akan merasakan nyeri saat jalan.

“Saya berikan obat penghilang rasa sakit, kemudian mengontak pos kontainer syeb amir untuk antar kursi roda,” kata Agus melalui pesan singkatnya. Rabu (8/8/2018) di Makkah.

Namun harapan Agus untuk meminjam kursi roda di pos kandas, setelah kursi roda yang ia harapkan tidak kunjung datang. Khawatir jamaah makin sakit meskipun telah diberi obat nyeri, akhirnya dirinya segera menggendong jamaah tersebut untuk diantar ke hotelnya melalui terminal Syeb Amir diikuti suami Syamsyiah.

“Khawatir jamaah makin kesakitan meskipun sudah di beri obat nyeri. Menunggu Kursi roda tak kunjung datang. Apa boleh buat segera di gendong untuk antar ke terminal syeb amir antar sampai ke hotelnya,” tutur Agus, seperti dikutip Muslim Obsession dari rilis resmi PHU, Kamis (9/8/2018).

Ada perasaan bangga saat dirinya menggendong jamaah, di sepanjang jalan beberapa jamaah dari Negara lain seperti orang-orang Arab, Afrika, India, Cina, serta Malaysia mengacungi jempol kepadanya.

“Sampe-sampe ada jamaah dari Cina ngerekam video saya gendong jamaah itu, jadi tambah semangat mas,” ujarnya.

Dirinya mengakui, menggendong jamaah adalah sesuatu yang sudah biasa dilakukannya, sama seperti memanggul ransel dan memanggul korban luka tembak.

“Biasa mas, di TNI manggul ransel sama manggul korban luka tembak saya mah udah biasa,” tandasnya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here