Cara Islam Menyikapi Pengemis

631

Muslim Obsession – Islam memiliki kaca mata sendiri dalam memandang segala sesuatu. Semua aturan telah dituangkan dalam Al-Quran dan Hadits. Sampai pada hal sepele tentang bagaimana cara Islam menyikapi pengemis.

Allah Swt. menegur dan mengatur langsung hal tersebut dalam Al-Quran. “Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah kamu menghardiknya.” (QS. Adh-Dhuha [93]: (10).

Maknanya, sebagaimana dikatakan Imam Ath-Thabari di dalam tafsirnya, “Dan terhadap orang yang mengemis karena suatu keperluan, maka engkau jangan mencercanya. Akan tetapi, berilah dia makan dan penuhi keperluannya.”

Juga betapa indah perkataan As-Sa’di dalam tafsirnya. Ia mengatakan, “Maksudnya, jangan sampai terlontar darimu perkataan yang meniscayakan penolakan untuk maksud si peminta-minta dengan dibarengi hardikan dan perangai kasar. Akan tetapi, berilah apa yang engkau miliki atau tolaklah secara baik dan santun.

Di dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, terdapat hadits riwayat Abu Sa’id Al-Khudri, sesungguhnya sekelompok orang Anshar datang memohon sesuatu kepada Rasulullah. Lalu, beliau memberinya kepada mereka.

Maka, mereka datang memohon lagi, lalu Rasulullah memberi lagi. Kemudian mereka datang lagi, beliau memberi lagi. Ketika akhirnya Rasulullah kemudian kehabisan sesuatu untuk diberikan, kemudian beliau bersabda kepada mereka.

“Tidak ada suatu benda berharga pun aku sembunyikan dari kalian semua. Siapa yang menjaga kehormatan dirinya, Allah akan menjaganya.”

Beliau melanjutkan, “Barangsiapa yang mencukupkan diri (dari meminta-minta), maka Allah akan mencukupinya. Barangsiapa yang menyabarkan dirinya, maka Allah akan menjadikannya bersabar. ”

Kemudian Nabi bekata, “Dan tidaklah seseorang mendapat karunia yang lebih baik dan lebih luas melebihi sebuah kesabaran.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata di dalam Fathul Bari, “Perkataan beliau, tidak ada suatu benda berharga pun yang aku sembunyikan dari kalian semua, maksudnya, yang aku tahan dan aku rahasiakan, untuk kemudian aku nikmati sendirian.”

Dalam hadits tersebut terdapat penjelasan mengenai kedermawanan Rasulullah. Serta sikap beliau dalam melaksanakan perintah Allah. Dalam hadits tersebut juga mengandung keterangan tentang memberi kepada peminta-minta sebanyak dua kali. Lalu memohon maaf kepadanya.

Ada anjuran untuk menjaga kehormatan diri, keterangan bolehnya memohon suatu keperluan, meskipun diutamakan untuk tidak memohon atau meminta-minta dan bersabar sampai diberikan rezekinya tanpa harus meminta-minta.

Wallahu A’lam bish Shawab (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here